0

Pemerintah Arab Saudi merevisi aturan terkait visa progresif bagi jamaah umrah dari seluruh negara, termasuk Indonesia.

Aturan visa progresif lima tahun untuk para jamaah umrah resmi diberlakukan pada, Jumat (14/9/2018). Pihak Kedutaan Arab Saudi mengumumkan aturan tersebut ditujukan kepada jamaah umrah yang ingin berangkat lagi dalam jangka lima tahun setelah melakukan umrah.

Sebelumnya, aturan visa progresif berlaku untuk jangka waktu dua tahun setelah berangkat umrah. Sehingga, para jamaah yang sudah umrah sejak 2013, dan akan melaksanakan umrah lagi tahun ini atau musim umrah 1440 Hijriah. Sehingga sudah dikenakan tambahan visa progresif.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji & Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Regional Sulampua, Azhar Gazali yang dihubungi, Kamis (20/9/2018) membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, biaya visa progresif yang harus dibayar jemaah sebesar 2.000 Riyal Arab Saudi setara Rp 7,91 juta (1 Riyal = Rp 3.956) pada Kamis (20/9/2018).

“Setelah wacana penggunaan sistem VFS menyusul lagi aturan baru visa progresif dari Kerajaan Arab Saudi. Jangka waktu 2 tahun saja sudah buat kita kelimpungan apalagi ini ditambah menjadi 5 tahun," kata Azhar sapaannya.

Belum lagi ditambah penyesuaian harga karena kurs dolar terhadap rupiah, makin berat beban yang harus ditanggung jamaah dan semakin membuat travel kesulitan dalam menjual paketnya.

"Kalau yang dulu masih lumayan, tapi kalau sampe 5 tahun, siklus umrah akan terganggu. Apalagi masyarakat Sulsel sudah terbiasa dengan umrah setiap tahun. Bahkan ada yang dalam setahun bisa 2 kali umrah," ujarnya.

Tetapi, kalau semua komponen biaya melejit karena beberapa faktor penyebab sepeti di atas. Travel agent umrah harus siap-siap menghadapi kekurangan jamaah.

"Kemarin dollar naik masih ada jalan diberikan untuk jamaah. Tapi progresif yang nilainya tidak tanggung-tanggung menjadi ancaman anjloknya jumlah jamaah. Apalagi kalau dilihat jamaah Sulsel yang sudah teredukasi harga murah sisa peninggalan jaman Balanda," katanya.

Ia pun meminta para calon jamaah yang sudah berangkat, agar mengecek visa mereka melalui situs Pemerintah Arab Saudi.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Prov Sulsel, Kaswad Sartono membenarkan adanya perubahan kebijakan terkait visa progresif dari 2 tahun menjadi 5 tahun.

"Kebijakan tersebut tidak diinfokan langsung ke kami. Namun kebijakan itu diinformasikan kepada travel agent. Saya pun dapat dari beberapa media," katanya.

Menanggapi kebijakan itu, Kemenag melihat ini sangat berpengaruh bagi jamaah umrah. Apalagi jarak waktu 5 tahun luar biasa panjang.

"Padahal di Sulsel masyarakat kecenderungannya ingin sekali umrah sekali setahun. Tapi siap-siap dalam rentan waktu 5 tahun setelah umrah untuk kali pertama, harus menambah visa progresif di angka Rp 7,9 juta itu," katanya.

Ia menilai, kebijakan umrah ini bisa saja berubah. Melihat, Kerajaan Arab Saudi tidak ingin ingin menolak tamu Allah untuk datang beribadah.


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Visa Progresif Umrah Jadi 5 Tahun, Amphuri: Jumlah Jamaah Bisa Anjlok, http://makassar.tribunnews.com/2018/09/20/visa-progresif-umrah-jadi-5-tahun-amphuri-jumlah-jamaah-bisa-anjlok?page=2.
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana



Anda sedang membaca Revisi Visa Progresif Umrah Menjadi 5 Tahun. Informasi selengkapnya silahkan datang ke kantor PT. Tursina Tours | Izin Umroh No. 818 Tahun 2017 | Izin Haji No. 165 Tahun 2016 | "Your Smart Travel Partner" | Umroh Reguler - Umroh Plus - Haji Plus - Wisata Muslim - Visa - Ticketing | Jl. Jambangan No. 149 Surabaya | Hotline: 0813 2514 0892 | Terima kasih telah mengunjungi website PT. Tursina Tours.

Post a Comment Tursina

 
Top